LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN
A. Ketampakan Lingkungan Alam dan Buatan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Lingkungan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lingkungan alam dan lingkungan buatan. Berikut akan diuraikan tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan yang ada di alam semesta, khususnya yang ada di sekitar kita.
Listing (membuat daftar)
1. Danau
2. Pantai
3. Laut
4. Sungai
5. Waduk
6. Tambak
7. Perkebunan
8. Pertanian
9. Permukiman
Labeling
1. Lingkungan Alam
2. Lingkungan Buatan
Grouping (membuat Grup)
1. Lingkungan Alam
Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan diciptakan oleh Tuhan. Ketampakan lingkungan alam di muka bumi berbeda-beda. Contoh lingkungan alam yang ada di muka bumi, antara lain sungai, danau, laut, lembah, dan gunung. Selain itu, ketampakan alam ada juga yang berupa dataran rendah, pantai, laut, pegunungan, dan dataran tinggi.
a. Pegunungan
Salah satu ketampakan alam yang dapat kita lihat adalahpegunungan. Pegunungan adalah bentang alam yang berupa deretan gunung yang bersambungan. Pegunungan termasuk
dataran tinggi. Udara di pegunungan biasanya sejuk dan bahkan ada yang sangat dingin. Daerah pegunungan sangat baik untuk bercocok tanam buah, sayur, dan bunga.
Daerah pegunungan juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata. Oleh karena pemandangannya yang indah. Daerah pegunungan yang banyak ditumbuhi tanaman dapat menyerap dan menyimpan air hujan. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya erosi. Erosi adalah pengikisan tanah yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor.
b. Sungai
Sungai juga termasuk ketampakan alam. Sungai banyak memberikan manfaat bagi manusia. Manfaat sungai, antara lain untuk mandi, mencuci, pengairan lahan pertanian (irigasi) dan sarana transportasi (untuk sungai-sungai besar di luar Pulau Jawa). Di sungai banyak hidup berbagai binatang air, seperti ikan, buaya, dan katak.
c. Danau
Danau merupakan lingkungan alam. Danau terjadi karena adanya cekungan di alam yang terisi air, baik dari air hujan maupun dari mata air yang ada di tempat tersebut. Danau juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air.
Danau sangat bermanfaat bagi manusia. Manfaat danau bagi kehidupan manusia, antara lain, untuk keperluan-keperluan sebagai berikut:
1) budi daya ikan air tawar,
2) tempat wisata,
3) irigasi atau pengairan sawah, dan
4) sarana olahraga (dayung).
d. Pantai dan Laut
Pantai adalah daerah perbatasan antara laut dan daratan. Pantai lazim terletak di daerah pesisir. Pantai biasanya banyak ditumbuhi pohon kelapa dan tumbuhan bakau.Tumbuhan bakau berguna untuk menahan abrasi atau erosi yang disebabkan gelombang air lautdan tempat hidup ikan. Pantai yang indah menjadi salah satu objek wisata yang digemari banyak orang.
Laut juga termasuk dalam ketampakan alam yang banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Laut menyimpan banyak kekayaan alam, seperti ikan dan mutiara. Di dasar laut juga banyak terdapat sumber daya alam, seperti minyak bumi dan gas.
Laut menjadi sarana transportasi yang penting, baik dalam satu negara maupun antarnegara. Laut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga, seperti berenang menyelam, ski air, selancar, dan perahu layar.
2. Lingkungan Buatan
Lingkungan buatan adalah segala sesuatu yang dibuat oleh manusia dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contoh lingkungan buatan adalah waduk, lahan pertanian, tambak, perkebunan, dan permukiman penduduk.
a. Waduk
Waduk dibuat manusia untuk menampung air hujan. Waduk juga sebagai tempat berkumpulnya aliran sungai atau tempat penampungan air di wilayah yang bersangkutan. Manfaat Waduk bagi manusia, antara lain untuk keperluan-keperluan sebagai berikut:
1) pembangkit listrik,
2) irigasi atau pengairan sawah,
3) budi daya ikan air tawar,
4) tempat rekreasi,
5) pengendali banjir, dan
6) kegiatan olahraga (dayung, ski air, dan sebagainya).
b. Lahan Pertanian
Indonesia merupakan Negara yang mempunyai lahan pertanian yang luas. Lahan pertanian yang ada di Indonesia dimanfaatkan penduduk untuk kegiatan pertanian seperti padi, jagung, sayuran, buah, dan tanaman lainnya. Sebagian besar penduduk di Negara kita bermata pencaharian sebagai petani. Lahan pertanian harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hasil pertanian berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
b. Tambak
Usaha tambak dilakukan di daerah dekat pantai. Petani tambak menggunakan daerah pantai untuk usaha tambak udang dan bandeng. Udang dan bandeng merupakan sumber protein yang diperlukan tubuh kita. Pernahkah kamu melihat budi daya bandeng di tambak?
d. Perkebunan
Pernahkah kamu pergi ke daerah pegunungan atau di dataran tinggi? Tanaman apa saja yang ada di daerah pegunungan? Tanaman di daerah pegunungan adalah jenis tanaman perkebunan yang bisa tumbuh dengan baik di daerah sejuk, seperti teh, kopi, dan tembakau.
Selain di dataran tinggi usaha perkebunan juga diusahakan di tempat lain. Contoh hasil dari tanaman perkebunan lainnya adalah kelapa sawit, karet, cokelat, kapas, dan sebagainya. Perkebunan juga termasuk dalam lingkungan buatan. Perkebunan dibuat oleh manusia dengan tujuan untuk berbagai memenuhi kepentingan hidupnya.
e. Pemukiman
Pemukiman penduduk merupakan suatu wilayah yang digunakan untuk tempat tinggal masyarakat. Pemukiman penduduk juga termasuk dalam lingkungan buatan, karena kompleks pemukiman dibuat manusia untuk tujuan tertentu yaitu sebagai tempat tinggal. Kawasan pemukiman penduduk adalah suatu tempat berupa rumah-rumah yang dibangun pada lahan tertentu. Perhatikan uraian berikut!
Pak Tatang tinggal di kompleks perumahan. Namanya Perumahan Pondok Permai. Ia tinggal di Jalan Kenanga Blok A Nomor 2. Pak Tatang menjadi ketua RT. Lingkungan perumahan tersebut bersih dan rapi. Tidak ada sampah yang berserakan. Air selokan mengalir dengan lancar. Setiap hari warga menjaga Kebersihan dan ketertiban lingkungan. Sebagai ketua RT, Pak Tatang memberi contoh yang baik kepada semua warga. Misal, dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Bunga-bunga di taman tidak boleh dipetik. Fasilitas umum di kompleks tidak boleh dirusak dan dicorat-coret. Sesama warga harus hidup rukun dan saling meng-hormati.
Di kompleks perumahan, setiap satu minggu sekali diadakan kerja bakti untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Semua warga wajib mengikutinya. Lingkungan perumahan menjadi bersih, sejuk, dan rapi. Semua warga hidup tenteram.
Experiancing(Mengalami)
Siswa dapat mengalami langsung berada maupun berkunjung dibeberapa lingkungan alam dan buatan. Sehingga siswa dengan mudah membedakan mana lingkungan alam dan buatan, menganalisis manfaat.
Hipotesis
Jika kita mejaga kelestarian lingkungan alam dan buatan maka kita akan mendapatkan manfaatkan.
Jika kita tidak menjaga maka lingkungan alam dan buatan akan rusak dan terjadi bencana.
Lingkungan alam dan buataan kaitannya dengan masalah -masalah global.
a. PEMBANGUNAN
Sebagai suatu konsep, pembangunan itu merupakan upaya terencana meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya untuk kebanyakan negara-negara miskin di dunia, menjadi masalah. Masyarakat dan negara-negara yang miskin yang seharusnya melakukan pembangunan untuk mengentaskan diri dari kemiskinaan, justru tidak mampu melaksanakannya. Pembangunan Lingkungan Alam dan Buatan:
1. Pembangunan waduk untuk mengatasi banjir.
2. Pembangunan perkebunanan, pertambakan untuk memajukan perekonomian.
3. Pembangunan Pemukiman kumuh dibantaran sungai agar jadi teratur.
4. Pembangunan lingkungan alam dan buatan yang berpotensi sebagai objek wisata. sehingga dapat mendatangkan turis dan dapat menghasilkan devisa untuk negara.
b. HAK ASASI MANUSIA (HAM)
HAM merupakan hal yang melekat pada tiap diri manusia, baik secara individu, anggota masyarakat, maupun sebagai warga negara-bangsa dan warga dunia. HAM menjadi masalah global terletak pada pelanggaran yang terjadi dan dialami oleh orang-orang tertentu, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kekuasaan atau yang berkuasa. Oleh karena itu kaitannya dengan lingkungan alam dan buatan masing-masing masyarakat harus menyadari hak dan kewajiban, dan memahami serta menghormati hak dan kewajiban orang lain. Lebih spesifik lagi, kewajiban kita adalah menjaga lingkungan alam dan buatanyang ada sehingga kita mempunyai hak untuk menikmati manfaat-manfaat dari lingkungan alam dan buatannya dengan baik.
c. KEPEMILIKAN BERSAMA SECARA GLOBAL
Tiap kawasan dengan kawasan lain, tiap negara dengan negara lain, terdapat “apa” yang ditetapkan sebagai batas wilayah (darat, perairan, udara). Namun dalam konteks dunia, khususnya berkenaan dengan samudra dan udara terbuka, merupakan milik seluruh umat manusia, yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja. Pada kenyataannya baik samudra luas terbuka dan angkasa luar yang “tidak bertuan” itu, menjadi sengketa yang dapat menimbulkan masalah besar. Oleh karena itu, hal-hal yang sesungguhnya menjadi milik bersama umat manusia, yang tidak dapat diklaim oleh pihak mana pun, harus diatur bersama secara global oleh “hukum internasional”. Dalam hal ini ada lingkungan alam laut yang sering jadi perdebatan antar negara.
d. LINGKUNGAN HIDUP DAN SUMBER DAYA ALAM
Lingkungan hidup dengan sumber daya alam, merupakan dua hal atau dua pihak yang terkait satu sama lain, bahkan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lainnya. Lingkungan hidup yang sala satunya lingkungan budaya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Ada pihak yang menyatakan bahwa IPTEK itu menjadi “tulang punggung kesejahteraan”. Namun di pihak lain seperti dapat kita amati dalam kehidupan, penerapan dan pemanfaatan IPTEK itu juga telah membawa dampak negatif dalam bentuk masalah lingkungan seperti pencemaran, kekeringan, banjir, tanah longsor, dan kenaikan suhu udara global. Oleh karena itu, kita umat manusia harus penuh kewaspadaan dalam menerapkan dan memenfaatkan IPTEK sesuai dengan asas-asas keserasian, keseimbangan dan kelestarian. Masalah lingkungan dan pengurasan sumber daya alam, bukan lagi hanya merupakan masalah lokal, regional ataupun nasional, melainkan telah diyakini sebagai masalah global yang telah menjadi perhatian dan kepedulian masyarakat dunia.
e. KELAPARAN DAN BAHAN PANGAN
Kelaparan dan keterbatasan persediaan bahan pangan, merupakan masalah yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan umat manusia, baik lokal dan regional maupun global.. Jumlah penduduk dunia yang terus meningkat seperti itu, sudah pasti diikuti oleh pertumbuhan kebutuhan hidupnya, paling tidak kebutuhan pangan. Oleh karena itu, peningkatan produksi pangan, khususnya produksi pertanian bahan pangan,menjadi tuntutan.
Segala metode, pendekatan, teknik dan teknologi telah diterapkan pada bidang pertanian dalam upaya meningkatkan produksi bahan pangan tadi, baik pada tingkat lokal dan regional maupun pada tingkat dunia. Organisasi pertanian dan pangan dunia (FAO) telah melakukan berbagai upaya dalam sektor pertanian pangan ini. Rekayasa mekanik (Mechanical engineering) rekayasa kimiawi ( chemical engineering), rekayasa hayati(biotic engineering), sampai ke rekayasa nuklir( nuclear engineering) dan rekayasa sosial ( social engineering),telah –sedang –dan-akan dilakukan dalam upaya meningkatkan produksi pangan dunia.
Namun demikian, karena berbagai kendala yang meliputi kendala sosial tidak meratanya kualitas kemampuan SDM, kendala politik dan kekuasaan,kendala alam cuaca (El Nino dan La Nina) yang menyebabkan kegagalan panen, kesenjangan antara pertumbuhan kebutuhan pangan dengan pertumbuhan persediaan bahannya tidak dapat dihindarkan. Hal tersebut mengakibatkan kelaparan di berbagai kawasan di dunia, di Afrika, Amerika Latin dan di Asia. Gejolak politik dan ekonomi global juga menjadi salah satu penyebab yang mendasar kelaparan di berbagai belahan bumi tadi.
Referensi :
Fatma, Desy. (2015). Ilmu sosial. Lingkungan Buatan : Pengertian, Manfaat, Jenis-jenisnya. Tesedia: http://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/lingkungan-buatan# di akses pada tanggal 30 Januari 2016
Rosyid , Mohammad . (2014). Makalah Perspektif Global. Tersedia di: http://pgsdberbagi.blogspot.co.id/2014/01/perspektif-global.html# di akses pada tanggal 30 Januari 2016
Sumaatmadja, H.N. & K. Wihardit. (2012). Perspektif Global. Jakarta : Universitas Terbuka
Sunarso &Anis Kusuma, Anis.(2008). IPS kelas III SD. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Nursa’ban, Muhammad & Rusmawan. (2007). IPS kelas III SD. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
